fbpx
Salah Waktu Tidur dan Stres Bisa Menyebabkan Sakit Jantung

Salah Waktu Tidur dan Stres Bisa Menyebabkan Sakit Jantung

Sakit jantung bisa terjadi karena berbagai faktor termasuk stres dan salah waktu tidur. Kali ini 2 pakar kesehatan, dr. Zaidul Akbar dan dr A. M. Y. Eva Suryani, SpKJ, dari Rumah Sakit Atma Jaya menjelaskan tentang hal yang meningkatkan resiko terkena serangan jantung.

Jangan Salah Waktu Tidur

Salah Waktu Tidur dan Stres Bisa Menyebabkan Sakit Jantung
credit : health.detik.com

Dokter yang juga pendakwah dr. Zaidul Akbar, kali ini menerangkan mengenai waktu yang baik dan waktu salah untuk tidur.

Menurut ustad yang terkenal lewat youtube ini ada beberapa waktu tidur yang tidak dianjurkan, karena bisa menyebabkan beberapa faktor yang bisa mengganggu kesehatan seperti penyakit jantung.

Tidur ini adalah waktu untuk tubuh bisa beristirahat dan mengembalikan energi yang sudah terbuang dalam beraktivitas.

Supaya bisa mendapatkan manfaat dari tidur, maka kita harus mendapatkan tidur yang berkualitas. Lalu, kapan saja waktu terbaik untuk tidur? Dan kapan waktu yang dilarang untuk tidur karena berbahaya dan beresiko bagi kesehatan jantung?

dr. Zaidul Akbar mengatakan bahwa waktu terbaik untuk tidur adalah pada malam hari. Dan tidur di waktu siang sekitar pukul 12 siang adalah tidur yang paling baik untuk memperbaiki enzim badan kita.

Lalu kapan waktu yang tidak bagus untuk tidur? Jawabannya adalah setelah subuh.

“Ba’da Shubuh adalah waktu yang tidak dianjurkan untuk kita tidur kembali karena tidur ba’da shubuh tidak baik untuk jantung. Karena banyak terjadi serangan jantung itu di pagi hari, dan itu salah satu yang bikin bodoh serta menghambat rezeki,” tandas dr. Zaidul Akbar.

Hati-hati dengan Stres bisa Menyebabkan Sakit Jantung

Salah Waktu Tidur Dan Stres Bisa Terkena Serangan Jantung
credit : klikdokter

Stres memang sering kali dirasakan oleh setiap orang.

Stres sendiri bisa didefinisikan sebagai respons tubuh terhadap tekanan dalam hidup.

Menurut spesialis kejiawan dr A. M. Y. Eva Suryani, SpKJ, dari Rumah Sakit Atma Jaya, orang yang mengalami stres cenderung melakukan perilaku buruk yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau kardiovaskular.

Lebih lanjut dalam webinarnya, dr Eva mengatakan bahwa lebih seringnya Kita ketika stres datang malah lebih memilih merokok, makan makanan berlebihan sehingga kurang aktifitas fisik.

Karena itu kata dr Eva menambahkan perilaku buruk yang lain seperti tidak meminum obat sesuai resep dokter bagi yang memiliki penyakit tertentu. Perilaku buruk itu disebut bisa meningkatkan risiko sakit jantung dan stroke.

Lebih lanjut, dr Eva menjelaskan bahwa ada sebuah studi yang menunjukkan bahwa antara depresi dan faktor psikososial dapat memicu risiko sakit jantung 2,5 hingga 3,5 kali lipat lebih tinggi. Meskipun telah mengontrol faktor gaya hidup dan gangguan medis yang lain. Perempuan dikatakan 3,5 kali lebih tinggi terkena penyakit jantung iskemik. Sedangkan, pria 2,4 kali lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

Video ads – Meski sudah operasi pasang ring, lupa minum obat tetap sehat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *