fbpx
bagaimana asam lambung bisa merusak kerongkongan tenggorokan

Awas! Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan Tenggorokan

Sakit tenggorokan pada pengidap asam lambung sendiri disebabkan oleh asam dari lambung yang mengalir kembali menuju kerongkongan. Artikel Awas! Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan Tenggorokan ini perlu pemahaman lebih karena terdapat kata/ kalimat medis yang mungkin bisa Anda tidak mengerti. Baca artikel dalam waktu 6 menit.

Refluks asam lambung terjadi ketika otot atau katup di bagian bawah kerongkongan menjadi lemah atau kendur. Dan pada kondisi normal, katup yang disebut sebagai sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES) itu dapat kembali tertutup setelah dilewati makanan.

Namun ketika ada problem, kinerja sfingter esofagus bagian bawah ini bisa terganggu sehingga tidak bisa tertutup sempurna atau terkadang terbuka.

Ketika katup tidak mengencang dengan benar, asam yang diproduksi di lambung pun dapat bocor atau naik ke kerongkongan.

Seseorang yang mengalami refluks asam lambung kronis dapat didiagnosis dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Dalam kasus ini, penting untuk mengobati kondisi tersebut guna mengurangi gejala yang menyakitkan dan tidak nyaman serta melindungi kerongkongan dan tenggorokan.

Awas! Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan Tenggorokan
credit source : halodoc

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan Tenggorokan?

Sensasi terbakar di dada, dalam bahasa inggris kita kenal dengan heartburn bisa menjadi tanda bahwa asam lambung telah merusak lapisan kerongkongan.

Melansir Health Line, seiring berjalannya waktu, terkena berulang kali naiknya asam dari lambung ke lapisan kerongkongan dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai esofagitis.

Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan yang membuatnya rentan terhadap cedera seperti erosi, luka terbuka atau ulkus, dan jaringan parut. Gejala esofagitis mungkin termasuk:

  • Rasa sakit pada dada
  • Kesulitan saat menelan
  • Lebih banyak kejadian regurgitasi asam lambung atau asam lambung terasa naik ke kerongkongan

Seorang dokter bisa mendiagnosis esofagitis dengan kombinasi tes, seperti salah satunya endoskopi saluran pencernaan bagian atas dan biopsi. Dokter bisa segera memulai perawatan jika pasien didiagnosis menderita esofagitis karena kerongkongan yang meradang dapat menyebabkan lebih banyak komplikasi penyakit.

Jika gejala GERD dan esofagitis tidak dikendalikan, asam lambung dapat terus merusak kerongkongan. Seiring waktu, kerusakan berulang dapat menyebabkan komplikasi berikut:

1. Penyempitan kerongkongan

Penyempitan kerongkongan disebut juga dengan istilah striktur esofagus. Pada kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh jaringan parut akibat GERD atau tumor. Penderita asam lambung mungkin akan mengalami kesulitan menelan atau makanan bisa tersangkut di tenggorokan.

2. Esophageal rings

Esophageal rings adalah kondisi ketika cincin atau lipatan jaringan abnormal terbentuk di lapisan bawah kerongkongan. Pita jaringan ini dapat menyempitkan kerongkongan dan menyebabkan Kita kesulitan menelan.

3. Barrett’s esophagus

Barrett’s esophagus adalah suatu kondisi ketika sel-sel di lapisan kerongkongan rusak dari asam lambung dan berubah menjadi mirip dengan sel-sel yang melapisi usus kecil.

Barrett’s esophagus adalah kondisi langka dan penderita mungkin tidak akan merasakan gejala. Sayangnya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker kerongkongan.

Ketiga komplikasi ini kiranya dapat dihindari dengan perawatan yang tepat untuk heartburn yang sering terjadi atau GERD.

Bagaimana Asam Lambung Bisa Merusak Kerongkongan Tenggorokan?

Selain berpotensi merusak kerongkongan bagian bawah, refluks asam lambung kronis juga dapat merusak tenggorokan bagian atas. Dilansir dari Verywell Health, kerusakan tenggorokan bagian atas bisa terjadi jika asam lambung naik sampai ke bagian belakang tenggorokan atau saluran pernapasan hidung. Kondisi ini sering disebut sebagai laryngopharyngeal reflux (LPR). LPR kadang-kadang disebut sebagai “silent reflux” karena tidak selalu menunjukkan gejala yang mudah dikenali.

Seseorang yang mengalami GERD disarankan untuk diperiksa kembali terkait kemungkinan mengalami juga LPR. Pemeriksaan ini untuk menghindari potensi kerusakan pada tenggorokan atau kotak suara (laring).

Gejala LPR mungkin termasuk yang berikut:

  • Suara serak
  • Berdeham kronis
  • Perasaan ada benjolan di tenggorokan
  • Batuk kronis atau batuk yang membangunkan dari tidur
  • Episode tersedak
  • Masalah suara (terutama pada penyanyi atau profesional suara)

Cara mencegah kerusakan di masa depan akibat asam lambung

Seseorang yang sering mengalami heartburn, GERD, LPR, atau kombinasi dari semuanya, sangat penting untuk mengontrol gejala guna menghindari komplikasi berbagai penyakit lainnya.

Konsultasi dengan dokter dan coba modifikasi gaya hidup berikut : Makanlah dalam porsi kecil lebih sering dan sesering mungkin mengunyah, hindari makan berlebihan, tingkatkan aktivitas fisik jika kelebihan berat badan, tingkatkan serat dalam diet, konsumsi buah dan sayuran dalam diet, tetap tegak setidaknya selama satu jam setelah makan.

Selain itu juga penderita sebaiknya menghindari makan 2-3 jam sebelum tidur, menghindari makanan pemicu seperti makanan tinggi lemak, makanan tinggi gula, alkohol, kafein, dan cokelat. Serta pertahankan berat badan yang sehat, wajib berhenti merokok dan terakhir tak lupa tinggikan kepala tempat tidur mencegah refluks asam lambung.

Artikel ini dirangkum dari portal halodoc dan sehat.kompas.tv

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *